Senin, 17 Februari 2014

Fenomena Metafisika Menembus Dimensi Alam Bawah Sadar (Rahasia AlamBawah Sadar).



      Fenomena Metafisika                                               Menembus     Dimensi Alam Bawah  Sadar                                (Rahasia Alam Bawah Sadar).   

       Bismillahirrahmanirrahiim,
                                     
              Banyak orang yang ingin menjelajah  Alam Bawah Sadar (Istilah dunia tenaga dalamnya: Ilmu Meraga Sukma). Bagaimanakah rahasia yang sebenarnya ?  Benarkah Mejelajah Alam Bawah Sadar hanya bisa dilakukan dengan metode tirakat (Toriqat) atau dengan meminta bantuan jin…?

             Anda mungkin pernah mendengar cerita seseorang berilmu tinggi, yang mampu mengunjungi familinya hanya dengan berkonsentrasi atau Meditasi, Tafakur atau Toriqat. Atau, Anda mungkin pernah menonton film yang berkisah tentang seorang pendekar yang bertarung dari jarak jauh dengan “tubuh halus”-nya dengan pendekar yang menjadi lawannya, seseorang bertempur dengan bangsa makhluk halus dengan tubuh halusnya. Hal semacam itu merupakan ciri dari seorang yang memiliki Ilmu Menjelajah Alam  Bawah Sadar, yang memang dapat dipergunakan untuk melepas sukmanya tanpa dibatasi ruang dan waktu.

              Ilmu Menjelajah Alam Bawah Sadar, atau banyak juga orang mengiistilahkanya sebagai “Proyeksi Astral, Lepas Sukma, Pangaracutan, Proyeksi Mental, Out of Body Experience, bahkan Astral Projection”, adalah suatu proses pelepasan sukma dari raga untuk melakukan perjalanan yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Proses ini bila sampai ketingkat sempurna, maka semua rasa panca indera pelakunya dibawa keluar, sehingga sukmanya mampu mendengar, merasakan, melihat dan meraba lingkungan sekitarnya dengan sukma itu sendiri secara nyata seperti dia dalam keadaan normal.  

              Didalam keilmuan Satya Buana menjelajah alam bawah sadar ini diistilahkan dengan  “Komunikasi Lintas Dimensi”, melalui suatu teknik konsentrasi yang sangat dalam  (deep concentration)  dengan cara Dzikir dan Tafakur.  Teknik ini akan dipelajari pada saat peserta telah mencapai tingkat Purnama Bersinar (PS), Bintang Lima Menuju Purnama (BLP) dan Satya Buana (Jenjang 8, 9 dan 10).  Namun tidak menutup kemungkinan peserta yang berada dibawah jenjang ini  mampu melaksanakan teknik tersebut, tergantung kepekaan dan kemampuan bawaan yang sudah ada dialam diri peserta atau peserta pernah mempunyai pengalaman melatih teknik-teknik tersebut  sebelumnnya diluar kepelatihan Satya  Buana. 

         Apakah menjelajah alam bawah sadar diperbolehkan dalam syariat Islam ?  Marilah kita cermati firman Allah SWT ini :

“Wahai jema’ah  jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya, melainkan dengan sulthon (kekuatan ilmu pengetahuan).” (QS. Ar-Rahman:  33). Kemudian dilanjutkan dengan ayat:  “Kamu pasti (mampu)  mengendarai wahana antariksa (bintang-bintang) pangkalan demi pangkalan” (QS. Al-Insyiqaq/ 84 ayat   19).

 Penjelasannya bahwa sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla telah memberikan suatu fasilitas dalam tubuh manusia untuk melakukan perjalanan ke penjuru langit dan bumi secara fisik (teknologi: ilmu pengetahuan dan teknologi canggih) dan non fisik (energi: ilmu pengetahuan abstrak, ilmu pengetahuan absolut, sukma) jika memang manusia itu memiliki kekuatan atau kemampuan ilmu pengetahuan yang sangat tinggi itu (sulthon). Untuk menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, melintasinya, mampu atau tidak dapat menembusnya, ditentukan oleh tingkat  sulthon (kekuatan ilmu pengetahuan)  seseorang, inilah yang dimaksud ayat tersebut.  Artinya,  Allah telah memberikan peluang dan tantangan kepada manusia untuk melakukan itu, permasalahannya tinggal kemampuan ilmu manusia tersebut yang dapat menjawab tantangan  tersebut. 

 Perlu diketahui, proses menjelajah alam bawah sadar itu sesungguhnya bukanlah melepas ruh dari tubuh fisik kita, tetapi hanya memproyeksikan (mentrasmisikan) energi pikiran yang disebut  Sukma atau tingkat yang lebih tinggi disebut Jiwa.  Kalau kita melepas roh bisa menyebabkan kematian dan itu hanya kuasa Allah.  Itulah sebabnya  orang yang menjelajah alam bawah sadar bisa menarik kembali energi pikiran yang diproyeksikannya melanglang buana,  sehingga dapat berfungsi seperti sediakala kembali. Energi pikiran atau sukma ini secara otomatis akan kembali ke raga dalam kondisi tertentu, misalnya saja karena kaget, tertindih energi lain, dan sebagainya.

 Sukma atau jiwa adalah kemampuan manusia yang bersifat kasat mata, ghaib, atau metafisika. Sedangkan sukma atau jiwa ini sangatlah kompleks yang terdiri dari beberapa sub-sub penyusun.

 Salah satu dari sub-sub tersebut adalah kemampuan Alam  Bawah Sadar atau ada orang yang menyebutnya ESP (Extra Sensory Perception), atau juga disebut Indera Keenam. Kemampuan Bawah Sadar inipun sebenarnya kompleks juga. Hanya yang pasti, kesemuanya ini jelas merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT kepada setiap manusia, sejak dia lahir dengan sifatnya yang khas.

 Sifat khas dari kemampuan Indera Keenam ini adalah kemampuan sensoriknya yang tidak dibatasi oleh materi, ruang dan waktu. Dengan sifat uniknya ini maka Indera Keenam mampu melakukan aktivitas “antar dimensi” atau Transdimensi tanpa hambatan mnateri, ruang dan waktu.

 Mungkin dapat difahami secara sederhana, apa yang disebut sukma atau jiwa ini dapat dianalogikan sebagai perangkat lunak (software) pada komputer. Kita tahu bahwa software sendiri terbagi dalam beberapa klasifikasi sesuai kebutuhan penggunanya.

Jika dalam software komputer dikenal yang namanya Operating System sebagai basis kegiatan seluruh aktivitas komputer maka, dalam jiwa atau sukma kita pun ada komponen yang berfungsi sebagai basis kegiatan seluruh aktivitas hidup kita yang dalam bahasa Qur’an disebut sebagai QALBU.

Jadi sebenarnya kegiatan melepas sukma bukan membuat tubuh kita menjadi kosong tanpa ada roh yang mengisinya.  Mengapa ?  Karena sebenarnya kita bukan “MELEPASKAN ATAU  MENANGGALKAN” sukma tapi mendayagunakan kemampuan Extra Sensorik kita untuk melakukan penjelajahan antar dimensi.  Extra Sensorik adalah alat sensor yang tersedia didalam tubuh kita yang memiliki kemampuan jauh lebih tinggi (super multifungsi) dari alat-alat sensor lainnya seperti telinga penangkap gelombang suara diteruskan ke gendang telinga menuju ke otak sebagai alat penerjemah, mata penangkap gambaran yang terlihat oleh cornea mata diteruskan ke otak belakang sebagai alat penterjemah, kulit sebagai receptor kepekaan raba diteruskan oleh neurotransmitter melalui syaraf-syaraf ke otak untuk diterjemah, hidung sebagai alat penangkap bau diteruskan oleh syaraf-syaraf hidung ke otak untuk diterjemah, lidah sebagai alat  pengecap  diteruskan oleh syara-syaraf  lidah untuk di terjemahgkan oleh otak, dan seterusnya.  

Extra Sensorik  ini tidaklah berfungsi semerta-merta kapan kita mau, tapi dia harus dibangkitkan melalui metoda latihan tertentu sampai suatu saat kita dapat memfungsikannya, namun sewaktu-waktu dalam kasus yang luar biasa dia bisa bangkit seketika dan meniadakan fungsi indra (sensor) yang lain, namun sangatlah jarang.

Proses melepas sukma hanya memanfaatkan kemampuan otak yang kompleks. Tidak seperti yang diperkirakan orang yang menyangka melepas sukma adalah berupa sinar dan saudara empat lima pancer. Hal ini jauh dari kenyataan yang sesungguhnya.

             Otak manusia adalah suatu organ tubuh yang sangat luar biasa dan teramat kompleks. Seperti kita ketahui otak manusia terbagi-bagi menjadi banyak sekali bagian yang masing-masing mengatur suatu fungsi sistem tubuh manusia, seperti ada yang khusus mengatur syaraf sensorik, lalu ada yang mengatur khusus untuk syaraf motorik, dan lain-lain.  Dan salah satu fungsi penting di dalam otak, ada suatu bagian otak yang mempunyai tugas sebagai “pengawas”, yaitu mengawasi seluruh kerja tubuh kita sehingga dapat berjalan sebagaimana mestinya. Nah, bagian otak ini terus-menerus bekerja walau kita tertidur pulas. Buktinya adalah walau kita tidur pulas sekali, bagian tubuh seperti jantung terus memompa darah dari dan ke seluruh tubuh, atau paru-paru yang terus menghisap oksigen dan melepas CO2, dan lain-lain. Tanpa bagian otak ini tubuh kita akan tidak dapat berfungsi ketika kita tidur sehingga akibatnya kita bisa mati, karena kegagalan fungsi tubuh.

            Salah satu bagian otak yang penting lainnya adalah suatu bagian otak yang bertugas untuk menganalisis setiap pesan sensorik yang diterima tubuh lalu dikirim dalam bentuk Neurotransmitter ke otak, seperti dari mata, sehingga kita bisa melihat, dari kulit sehingga kita bisa merasakan  sakit ketika kita tertusuk duri, dari telinga sehingga kita bisa mendengar, dan lain sebagainya. Bagian otak ini sangat penting bagi manusia karena jika bagian otak ini tidak berfungsi dengan baik maka kita tidak akan bisa melihat, mendengar, merasakan, membaui, dan lain-lain.  Walaupun mata, telinga, kulit, dan hidung kita normal tidak ada yang rusak sama sekali, namun jika bagian otak tadi rusak maka tidak akan ada artinya sama sekali.  

              Secara lengkap jika anda ingin memahami lebih jauh tentang fenomena otak secara komplit dapat anda baca dalam buku saya yang berjudul  ”Kenalilah Otak Anda”,  walaupun belum sempat saya publikasikan kepada para peserta, namun dengan senang hati  jika ada peminatnya akan saya sajikan kepada anda.  

             Jika kita bisa memfungsikan dan melatih dua bagian otak di atas secara maksimal, maka kita akan bisa mampu melepas sukma. Caranya adalah kita harus bisa membuat kesadaran otak kita tetap terjaga, walau tubuh kita tertidur pulas sekali (dalam Ilmu Tasauf dikenal dengan istilah  Tidur yang Terjaga).  Dengan menjaga kesadaran otak yang penuh ketika kita tidur, maka ketika kita tidak lagi merasakan tubuh (tidak bisa menggerakkan/merasakan tubuh kita sama sekali tapi kita masih sadar sepenuhnya), maka jiwa kita ini bisa seakan-akan “melayang-layang (terproyeksi)” kemana-mana,  pergi ke manapun yang kita mau dengan bebas seakan-akan kita sedang  bangun.  Anda bingung ??!  (sama ... dulu juga saya bingung seperti anda hee hee hee...!),  tentu saja karena anda belum mengalaminya secara nyata, tetapi sebenarnya anda tak perlu bingung karena anda sebanarnya selalu melakukan ini sepanjang malam, ketika anda tidur, hanya anda belum mampu melakukannya dengan sengaja  dan mengendalikan sukma  dan raga anda secara bersamaan.  

          Dan inilah yang dikatakan  ”Tidur yang Terjaga”.  Perlu anda fahami ”Tidur yang Terjaga” itu tidak sama dengan ”Tidur Benaran”.  Bingung lagi khan ??!  yaa... nggak usah bingung ikuti aja terus, lalu latih diri anda, supaya bisa merasakan  ... mempelajari  enggak mau ...berlatih apa lagi ...taunya protes aja ... jangan gitu dong ilmu itu harus di cari, dipelajari dan diuji-coba ... nanti anda penasaran  baru muncul keinginan anda untuk  mencobanya.  Okey !  Kenapa anda bingung karena anda belum pernah mengalaminya, kalau anda sudah sering mengalaminya hal ini bukanlah barang aneh bagi anda, percaya ?! .. tanya sama orang yang pernah mempraktikannya... Yaa !  Nanti lapor saya gimana rasanya ... heeheehee  !!   Jangan lupa bawa goreng pisang yaa !.. supaya enak cerita pengalamannya, asyeeek .. !

          Suatu hal penting yang perlu ditegaskan adalah kemampuan melepas sukma ini adalah murni kemampuan memanipulasikan atau merekayasa  kemampuan otak,  bukan ruh !. Jadi kalau kita mengganggap melepas sukma adalah melepas nyawa atau ruh, hal ini jelas sama sekali tidak benar alias salah besar. Buktinya adalah kita masih bisa bebas balik lagi ke tubuh wadag kita, tanpa ada hal-hal yang aneh.  Bayangkan, kalau ruh anda yang terlepas dari raga tentu kita tidak bisa balik lagi ke tubuh wadagnya, riwayat hidup anda tamat alias The End ... karena ruh anda sudah ditangan malaikat maut dan anda hanya mampu menonton tubuh kasar (tubuh wadaq) anda dari kejauhan dikerumuni orang banyak, sebab mulut anda nggak bisa lagi diajak berbohong, membual, ngoceh, ngomelin orang, ngerumpi, tangan anda nggak bisa lagi mukul orang, mencuri, maling,  jahil, nanda tangan kwitansi kosong, kaki anda tak bisa lagi diajak jalan-jalan ke Mall, ke Cafe, tempat-tempat hiburan, olah raga seperti latihan Satya Buana dll .... kecuali atas izin Allah SWT dalam kasus yang  spesifik dan langka sifatnya.  

         Orang yang ingin melepas sukma dengan sengaja diluar  kategori tidur, harus memiliki energi tubuh yang cukup besar supaya mampu melontarkan (mentrasmisikan-memproyeksikan) sukmanya  ke luar raga, dan dipergunakan untuk proses perjalanan luar tubuh. Orang itu harus mengetahui teknik melepas sukma untuk dilatih dengan disilpin dan kontinyu.

              Seorang  penulis  Misteri pernah mengajarkan sebuah buku petunjuk latihan metoda Chikung yang berisi berbagai teknik latihan indra ke-6 dengan pernafasan murni. Salah satunya metoda melepas sukma dengan metoda rileks, dibarengi pernafasan tertentu untuk melepaskan sukma yang dinamakan Meditasi Levitasi Pikiran. Metoda ini sangat aman dan efektif untuk dilakukan oleh para pemula sebagai arena untuk berlatih.   Caranya  adalah berikut ini :

1.  Anda  berbaring  di lantai dengan nyaman. Tangan diletakkan di samping tubuh dengan jempol dan telunjuk saling bersentuhan. Pejamkan mata dan taruh lidah di langit-langit.
2.  Anda lakukan menarik nafas dari hidung dan mengeluarkannya dari mulut dengan aturan nafas:
-    Ambil   nafas  dan  keluarkan nafas 50% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semua.
-    Ambil   nafas  dan keluarkan nafas 90% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semua.
-    Ambil    nafas    dan  keluarkan nafas 1 % lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semua.
-  Ambil nafas dan keluarkan 100% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semuannya.
-   Ambil   nafas   dan keluarkan  30%  lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semuanya.
-    Ambil   nafas    dan   keluarkan  20%  lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semuanya.

3. Anda bernafaslah alami selama 5 menit dan akhiri dengan meditasi.

4.  Anda   membuka   mata   dan    niatkan   untuk melepas sukma. Setelah itu biarkan tubuh Anda relaks dan tetap berbaring sambil tidur-tiduran sampai Anda memasuki kondisi sangat relaks atau setengah tidur. Sebab pada saat itu Anda mengalami sensasi seperti berputar atau gerakan energi dari dalam tubuh yang ingin keluar. Apabila tubuh Anda menjadi dua maka Anda tinggal mengendalikan “tubuh halus” alias sukma untuk berjalan-jalan, kemanapun yang  anda mau.

          Teknik melepas sukma metoda Meditasi Levitasi Pikiran Chi Kung ini sangat aman dan efektif.  Anda yang melakukan tahapan latihan dengan benar manpu melepas sukma hanya beberapa kali latihan saja. Apabila Anda ingin mengembalikan “badan halus” alias sukma hanya tinggal meniatkan menarik sukma masuk tubuh dan membuka mata Anda.

           Sesungguhnya, apa yang disebut sebagai Ilmu Melepas Sukma hanya memanfaatkan pontesi otak untuk menproyeksikan dan melevitasikan pikiran untuk keluar tubuh. Prosesnya membutuhkan bantuan energi tubuh besar yang bisa dirangsang dengan motada pernafasan tertentu.

             Perlu dikatahui, dalam penguasaan melepas sukma ini banyak sekali orang yang memakai metoda tirakat (toriqat) yang adakalanya  biasanya meminta bantuan jin (qodam) .  Metoda bantuan jin (qodam atau qorin) ini jelas tidak bisa dipertanggungjawabkan secara syariat Islam karena kita telah berkolaborasi dengan jin yang dilarang Allah dan sangat bertentangan dengan ajaran Islam untuk berhubungan dengan jin (Baca QS. Al-Jin:  9).

             Selain itu, metoda tirakat kolaborasi dengan jin jelas sekali memiliki efek-efek negatif secara medis. Sebagai contoh, si jin hanya membantu menproyeksikan dan melevitasikan pikiran atau jiwa keluar tubuh dengan merekayasa sistem syaraf otak atau jiwa  kita, sehingga sangat berpotensi bisa mengganggu sistem syaraf kita bahkan jiwa kita, jika saja kita tidak kuat dan sungguh-sungguh telah siap.  Nah ! seandainya satu atau beberapa syaraf otak anda dicuri atau diambil oleh si  jin yang anda ajak kerjasama untuk bahan koleksinya (untuk mainan anaknya)  si Jin, anda bisa kelimpungan karena enggak ada toko/Supermarket/Mall yang menjual spare  part otak anda sebagai penggantinya.    Nah ..! anda mau cari kemana  ... khan repot  ...  Atau apabila Jiwa anda dibawa melanglangbuana ke dalam dunia mereka, lalu jiwa anda dikawinkan dengan anak gadisnya yang cantik sampai punya anak lagi  khan repot juga,.  Welehh...weleh ... anda nggak bisa kembali lagi ke dunia nyata,  karena repot ngasuh anak anda  dengan Si Jin itu.  Makanya, jangan ikut-ikutan bermain-main dengan Jin ya  ... nanti anda akan nyesel sendiri.

               Metoda ter-aman dan ter-efektif adalah dengan memanfaat pontesi tubuh manusia itu sendiri, yakni hanya dengan meningkatkan kapasitas energi tubuh supaya mampu menlontarkan sukma keluar tubuh, dan melakukan proses perjalanan luar tubuh. Tentunya membutuhkan latihan yang intensif dengan jangka waktu tertentu.  Didalam kepelatihan Satya Buana metoda ini dikenal dengan Metoda  Transmisi  Lintas Dimensi, Komunikasi Lintas dimensi, On-Line  dan Sidik Bioplasmik, yang banyak dilatih pada tingkat Purnama Bersinar sampai kepada Tingkat Satya Buana. 
 
        Demikian penjelasan yang dapat kami sajikan dalam bab ini,  materi ini kami pandang sangat penting untuk diketahui dan dipahami oleh peserta, sebab dalam kasus-kasus tertentu saat kita membantu penyelesaian klien  (pasien) terhadap berbagai kasus,   kita  sering berhadapan dengan fenomena tentang sifat-sifat/prilaku cahaya dan bidang metafisika yang secara ilmu pengetahuan medis dan analisis laboratorium  tidak bisa diungkap apalagi diselesaikan. 



11 komentar:

  1. Saya sangat tertarik sekali untuk belajar Fenomena metafisika menembus Alam Bawah sadar...mohon arahan dan bimbingan agar tdk salah...dr Afri Rahman - medan

    BalasHapus
  2. Ass. pertama-tama saya mengucapkan terimakasih anda telah mau meluangkan sedikit waktu membaca artikel kami.... Terkait dengan belajar Fenomena metafisika menembus Alam Bawah sadar secara gamlang telah kami sajikan pada tulisan kami... tapi memang tidak semudah teori seperti yg telah kami sampaikan... sangat tergantung dengan fenomena psichologis seseorang .... maksud kami jika seseorang yang memang telah memiliki bakat bawaan tentang fenomena masuk ke metafisika alam bawah sadar tidaklah terlalu sulit ... namun jika kurang memiliki bakat tersebut agak sedikit sulit .. tapi tak perlu putus asa ... yang penting rajin dan tekun melatihnya seperti cara-cara sederhana yang telah kami uraikan dalam tulisan kami... namun perlu kami pesankan ... 1). dalam melatih membuka alam pikiran/fenomena bawah sadar jangn terlalu dipaksakan krn menurt kami ada pengaruhnya negatifnya baik terhadap fisik maupun otak/fikiran...2). seimbangkan antara cara berfikir objektif dengan subjektif atau cara pikir logis dan non-logis atau cara pikir konkrit dengan abstrak sebab fenomena alam bawah sadar lebih besar porsi non logis, subjektif dan abstraknya ... 3) pahami secara medalam tentng teori fenomena alam metafisika/ alam bawah sadar agar kita tidak terjebak kedalam alam metafisika palsu, sehinggga dapat meruntuhkan nilai-nilai aqidah/iman (ini sangat berbahaya) ... 4) maaf kadang-kadang ada hal didalam alam metafisika tidak bisa dijelaskan melalui tulisan ... harus tatap muka dengan sang praktisi dan salah satu kesulitan mempelajari alam metafisika adalah penjelasan yang bersifat kualitatif atau subjektif ...untuk itu saran saya carilah praktisi yang ada di daerah anda yang dapat menuntun anda mempelajari fenomena metafisika alam bawah sadar dimaksud ...demikian tanggapan dari kami trims wass...

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum. Blog ini sangat menginspirasi, saya mau belajar tentang lucid dream tp belum berhasil. Mohon bimbingannyaa, boleh minta id linenya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siti ursimia bisa minta id line nya?siapa tau bisa bertemu di dunia astral

      Hapus
  4. Saya sering mengalami perjalanan menuju alam bawah sadar. Saya menyadari saya melalui lorong dimensi menuju alam tersebut. Lagi pula saya sudah berapa kali hidup dalam alam itu. Saya bermain, lompat2, lempar meja, terbang. Sampai saya pernah lupa akan pulang ke alam sadar. Dan pernah lupa membedakan ini dunia nyata atau bukan. Syukur saat itu saya di banguni akhirnya terbangun, kalau tidak saya tidak tahu apa yang terjadi haha.

    BalasHapus
  5. Saya ingin berbagi pengalaman pribadi. Sewaktu saya tidur malam hari, saya terbangun dan duduk di tempat tidur. Tapi saat saya beranjak dari tempat tidur, kepala saya sangat pusing dan hampir hilang keseimbangan, lalu saat melihat ke arah tempat tidur, saya sangat terkejut melihat tubuh saya masih tertidur pulas diatas tempat tidur.
    Tidak mengerti dan sangat bingung, karena mengalami kejadian ini seperti sangat nyata. Saya dapat mendengarkan suara televisi di luar kamar, dan suara ayah yang sedang memasak di dapur.
    semakin bingung dan takut. Sekilas saya berpikir sudah tiada. Yang saya rasakan saat berdiri di luar tubuh saya sangat gamang, seperti mau jatuh dan tak punya keseimbangan. Saya berpikir roh saya keluar dari tubuh. Karena terlalu khawatir dan takut roh tersebut tdk dpt kembali ke tubuh, saya mencoba tidur di tempat tubuh saya tidur dengan letak yang sama, sambil berdoa kepada Allah. Lalu saya memejamkan mata dan saat membuka mata saya beranjak dr tmpt tdr, dan melihat ke arah tmpt tidur bahwa saya telah sepenuh nya bangun. Saya sangat khawatir dan takut setelah kejadian itu. Sehingga pd malam itu saya pun tak tidur alias begadang.
    Apakah pengalaman saya itu termasuk melepas sukma? Karena diatas tertulis tubuh jadi 2. Dan pada saat kejadian saya juga tidak sengaja melewati tembok/dinding rumah, dan bisa melihat apa yg ada disana, cuma karena trlalu panik dam takut, saya buru2 mencoba untuk balik ke tubuh.
    Apakah pengalaman saya berhubungan dengan di atas? Atau hanya mimpi biasa saja?

    BalasHapus
  6. Saya ingin berbagi pengalaman pribadi. Sewaktu saya tidur malam hari, saya terbangun dan duduk di tempat tidur. Tapi saat saya beranjak dari tempat tidur, kepala saya sangat pusing dan hampir hilang keseimbangan, lalu saat melihat ke arah tempat tidur, saya sangat terkejut melihat tubuh saya masih tertidur pulas diatas tempat tidur.
    Tidak mengerti dan sangat bingung, karena mengalami kejadian ini seperti sangat nyata. Saya dapat mendengarkan suara televisi di luar kamar, dan suara ayah yang sedang memasak di dapur.
    semakin bingung dan takut. Sekilas saya berpikir sudah tiada. Yang saya rasakan saat berdiri di luar tubuh saya sangat gamang, seperti mau jatuh dan tak punya keseimbangan. Saya berpikir roh saya keluar dari tubuh. Karena terlalu khawatir dan takut roh tersebut tdk dpt kembali ke tubuh, saya mencoba tidur di tempat tubuh saya tidur dengan letak yang sama, sambil berdoa kepada Allah. Lalu saya memejamkan mata dan saat membuka mata saya beranjak dr tmpt tdr, dan melihat ke arah tmpt tidur bahwa saya telah sepenuh nya bangun. Saya sangat khawatir dan takut setelah kejadian itu. Sehingga pd malam itu saya pun tak tidur alias begadang.
    Apakah pengalaman saya itu termasuk melepas sukma? Karena diatas tertulis tubuh jadi 2. Dan pada saat kejadian saya juga tidak sengaja melewati tembok/dinding rumah, dan bisa melihat apa yg ada disana, cuma karena trlalu panik dam takut, saya buru2 mencoba untuk balik ke tubuh.
    Apakah pengalaman saya berhubungan dengan di atas? Atau hanya mimpi biasa saja?

    BalasHapus
  7. sangat baik,boleh bertanya bagaimana supaya kebutuhan jiwa raga ruh tidak pernah merasa bosan tidak pula bersedih hati tidak pula merasa lesu,juga cara menyadari bahwa kita srdang dialam mimpi saat tidur maupun saat sudah didunia nyata saat kita bangun,terima kasih

    BalasHapus
  8. Sy suka dengan artikel ini, niat hati pengen belajar, tp g tau sm siapa,...

    BalasHapus
  9. Sy suka dengan artikel ini, niat hati pengen belajar, tp g tau sm siapa,...

    BalasHapus
  10. Saya pernah merasakan ini tapi saya baru tau klw yg keluar itu Sukma bukan roh,waktu itu saya perdalam ajaran ilmu batin tasawuuff dengan berfokus meninggalkan hal2 yang merusak batin dan prasangka buruk antar sesama makhluk ciptaan, dan Setiap saya tidur tak lupa saya selalu bersyikir dengan penuh ikhlas tanpa beban, saya merasakan tidur tapi merasa tidak tidur, ketika bangunpun saya selalu merasa segar bugar wlw tidak tidur terlalu lama, apa itu yang dimaksut Jiwa ?

    BalasHapus