Jumat, 29 Juni 2012

ME-REKONDISI (MENG-UPGRADE) OTAK


           ME-REKONDISI  (MENG-UPGRADE) OTAK
SEBUAH DIALOGIS
MENGGALI DAN MELENJITKAN  POTENSI DIRI
Bengkulu  :  Juni 2012.
Inspirator  :  Nazamuddin (Anggota Senior Satya Buana)



Menurut Erbe Sentanu dalam buku  “Quantum Ikhlas, Teknologi Aktivasi Kekuatan Hati  (The Power of Positive Feeling)”  bahwa :  “Proses perbaikan diri yang permanen hanya berhasil jika kita melakukannya langsung pada sitem perangkat keras (Hardware)-nya, yaitu Otak.  Tanpa itu,  semua perubahan yang diusahakan untuk terjadinya hanya bersifat polesan (kosmetis) dan sementara.  Oleh karena itu teknologi “Quantum Ikhlas” dapat digunakan untuk membantu kita agar mudah bersikap ikhlas, dengan membangun kembali sistem syaraf  ikhlas,  melalui proses rekondisi (up-grade) jaringan syaraf dan hormonal langsung di pusat otak manusia.  Tanpa itu, otak  manusia---karena dimakan usia dan terus menerus dipakai---akan mengalami “Penurunan Kondisi (down-grade)”.

Lalu,  bagaimana caranya mengurangi dominasi otak, dan mengembalikan pada yang lebih berhak,  yaitu jantung (baca: Hati) kita ?  Caranya tentu  saja dengan mengikhlaskan otak untuk menyerahkan tindakan berfikirnya kepada jantung yang 5.000 kali lebih bertenaga.  Ikhlas tak akan terjadi kalau kita tidak mencoba melatih komunikasi antara otak dan jantung (hati).  Kita latih mereka untuk  “berbicara interaktif dan harmonis”.




Cobalah anda ingat terakhir kali ketika pikiran anda merasa cemas atau marah.  Saat itu otak kiri dan  otak kanan anda tidak harmonis  (un-koheren),  sehingga perasaan hati anda pun  kacau.  Pekerjaan anda pun akan berantakan,   karena anda sulit berkonsentrasi.  Sekarang  coba ingat kembali ketika pikiran anda begitu tenang  atau bahagia,  ketika anda berlibur, rekreasi, atau memandangi wajah anak anda yang masih bayi sedang  tertidur pulas misalnya.  Pada saat itu kedua hemisfer  otak anda bergerak “sinkron, harmonis, dan koheren”.  Segala persoalan terasa lancar karena anda merasa rela dan mampu, ikhlas, untuk menghadapi apa pun yang perlu anda kerjakan.  Dan disinilah anda akan menyaksikan bekerjanya mekanisme kegagalan dan keberhasilan di dalam hidup anda.  
      

“Perhatikan Setiap Pikiran Anda yang akan Memberi Keuntungan.  Tariklah Keuntungan dari Setiap Pikiran itu.  Hentikan Hanyut Dalam  Arus
Pikiran   yang     tidak  Menguntungkan”.


MENGELOLA GELOMBANG OTAK  (BRAINWAVE  MANAGEMENT)

Yang dimaksud dengan “Mengelola Gelombang Otak (Brainwave Management)” adalah suatu konsep dan ketrampilan (motorik) untuk mengatur gelombang otak manusia yang paling sesuai dengan aktifitasnya sehingga bisa mencapai hasil optimal.    Bila direkam dengan alat perekam gelombang otak, yang disebut dengan Elektroencefalogram  (EEG) maka akan  terlihat otak memancarkan gelombang sesuai dengan kondisi jiwa seseorang.  Gelombang otak tersebut dapat dibagi menjadi “Empat Kategori Gelombang Otak” sebagai berikut:


                                
 EMPAT KATEGORI GELOMBANG OTAK



BETA
14-100 Hz


Kognitif, analitis, logika, otak kiri, konsentrasi, pemilahan, prasangka, pikiran sadar


Aktif, cemas, was-was, khawatir, strees, fight or flight, dis-case, cortisol, norepinephrine


ALPHA
8–13,9 Hz


Khusyu’, relaksasi, meditatif, focus-alertness, superlearning, akses nurani bawah sadar.


Ikhlas, nyaman, tenang, santai, istirahat, puas, segar, bahagia, endorphine, seretonin


THETA
4-7,9 Hz


Sangat khusyu’, deep-meditation, probelem-solving, mimpi, intuisi, nurani bawah sadar


Ikhlas,kreatif, itegratif, hening, imajinatif, catecholamines, AVP (Argenine-vaseprosessin)


DELTA
0,1-3,9 Hz


Tidur lelap  (tanpa mimpi), non-physical state, nurani bawah-sadar kolektif


Tidak ada pikiran dan perasaan, celluler regeneration, HGH (human Growth Hormone)


 Penjelasan:

  1. Alam Beta (14-100 Hz).  Dalam kondisi frekuensi Alam Beta  ini seseorang sedang dalam kondisi terjaga atau sadar penuh dan didominasi oleh hal-hal yang bersifat  logika; rasionalitas; analisa-analisa; asumsi-asumsi; prasangka dll.  Saat seseorang berada pada gelombang ini, otak (kiri) sedang aktif digunakan untuk berfikir, konsentrasi, dan sebagainya, sehingga gelombang otak meningkat.  Gelombang  otak frekuensi tinggi ini merangsang otak mengeluarkan “Hormon Kortisol dan Norefinefrin” yang menyebabkan timbulnya rasa cemas, khawatir, marah dan stres.  Akibatnya, tubuh kita rentan terhadap gangguan berbagai penyakit dan tubuh kita sangat  mudah terserang  penyakit fisik maupun psikhologis,  kalau kita terlalu aktif berada pada gelombang ini.

  1. Alam Alfa  (8 – 13,9 Hz).  Pada “Alam Alfa” inilah terletaknya “Tombol Ikhlas”  yang kita cari.  Orang yang sedang rileks,  melamun, merenung, berkhayal, bermeditasi, bertafakkur,  berimajinasi ;  maka gelombang otaknya sedang berada dalam frekuensi  “Alam Alfa”.  Kondisi seperti ini adalah pintu masuk menghantar kita masuk atau akses kedalam perasaan bawah sadar,  sehingga otak akan bekerja lebih optimal.  Jika,  kondisi  gelombang otak kita tanpa  mencapai gelombang otak ini,  jangan harap kita bisa masuk kedalam perasaan alam bawah sadar.  Anak-anak balita, gelombang otaknya selalu dalam keadaan “Alam Alfa”.  Itulah sebabnya mereka mampu menyerap informasi secara cepat.  Dalam kondisi seperti ini, otak memproduksi hormon “Seretonin dan Endorfin” yang mengakibatkan seseorang merasa nyaman, tenang, bahagia.  Hormon ini pula yang memuat imunitas tubuh kita mneningkat, pembuluh darah terbuka lebar, detak jantung menjadi stabil, dan kapasitas indra kita meningkat.  Pada kondisi “Tombol Ikhlas”’ inilah yang akan memudahkan anda menciptakan rasa Ikhlas di dalam hati dan membuka akses menuju realita  “Kuantum Energi  (Energi Vibrasi Frequensi Tinggi)”.

  1. Alam Theta  (4 – 7,9 Hz).  Ciri khas apa bila seseorang memasuki frekuensi gelombang otak ini adalah ia menunjukkan kondisi tidur bermimpi.  Dalam kondisi seperti ini pikiran menjadi sangat “kreatif dan inspiratif”.  Seseorang yang berada dalam frekuensi gelombang otak seperti ini berada dalam kondisi khsyuk, relaks  yang dalam, ikhlas, pikiran sangat hening,  indra ke enam atau intuisi muncul.  Kondisi seperti ini  terjadi  karena otak mengeluarkan hormon “Metatonin, Catecholamnie  dan AVP  (Arginine-Vasopressin)”.  Pada gelombang inilah akses untuk masuk ke  “realitas kuantum” (realitas alam bawah sadar)  akan terasa semakin nyata. 

  1. Alam Delta  (0,1 – 3,9) Hz).  Frekuensi gelombang otak terendah ini memancar pada  saat seseorang tertidur pulas tanpa bermimpi,  tidak sadar,  tak bisa merasakan aktifitas fisik badan, dan tidak berfikir.  Pada kondisi  frekuensi gelombang ini, otak  mengeluarkan sejenis hormon yang disebut  “HGH  (Human Growth Hormone/Hormon Pertumbuhan)”  yang menyebabkan orang awet muda.  Bila seseorang dapat tertidur dalam kondisi “Alam Delta” yang stabil,  maka kualitas tidurnya sangat tinggi.  Meskipun ia hanya tertidur beberapa menit saja,  ia akan bangun dengan tubuh tetap segar bugar. 


HUBUNGAN ANTARA OPERATING SYSTEM  (FREQUENSI GETARAN)  OTAK, SYSTEM CLOCK  (FREQUENSI PEMBAWA) DAN  CONTENT (FREQUENSI ISI INFORMASI),  PENGARUHNYA TERHADAP KONDISI FISIK SERTA PSICHOLOGIS SESEORANG (DIPANTAU MENGGUNAKAN ALAT ELECTROENCEPHALOGRAPH/EEG)


LAJU FREQUENSI GETARAN OTAK  (CLOCK)
GELOMBANG  GETARAN JIWA   (TYPE/CONTENT)
PEMAHAMAN  KONDISI FISIK,  PSICHOLOGIS DAN SUASANA BATHINIAH
2
3
4
FREQUENSI GETARAN OTAK  40 - 200 HZ
KONDISI ALAM  GAMA
KONDISI OTAK YANG SADAR, BAIK DALAM KONDISI TERJAGA ATAU TIDUR YANG DISERTAI MIMPI, BARU DITEMUKAN DIDALAM HYPOKAMPUS, CERAPAN YANG DAPAT DIIKAT ATAU DIPAHAMI (PERCEPTUAL BINDING), FUNGSI BELUM DITEMUKAN.
FREQUENSI GETARAN OTAK  13 - 40 HZ
KONDISI ALAM BETA
PADA ORANG DEWASA, KERJA MENTAL TERKONSENTRASI, ORANG BERADA DALAM KONDISI KESADARAN PENUH, BERAKTIFITAS PENUH SEMANGAT, PANCA INDRA BEKERJA MAKSIMAL,  PERHATIAN LEBIH KEPADA HAL-HAL YANG BISA DITANGKAP OLEH PANCA INDRA (KESADARAN INDRAWI), KONSENTRASI LEBIH BANYAK KE OUTER COSMOS (DUNIA LUAR DIRI).
KONDISI SEPERTI INI TIDAK AKAN MENGANTARKAN ORANG NGE-MATCH (TUNE IN/SELARAS) DENGAN ALAM SEMESTA  MELAIKAN TERJEBAK DALAM KONDISI DILUAR SERVICE AREA, IA TERKUNGKUNG DIDALAM EGO-NYA, KESADARAN BERSIFAT INDIVIDUAL,  MENYADARI LINGKUNGANNYA HANYA SEBATAS KESADARAN BERSIFAT FISIK.   DALAM AL-QUR’AN DISEBUT LEBIH TERTARIK KEPADA DUNIA DARI PADA AKHERAT,  SEHINGGA JAUH DARI TUHAN .
FREQUENSI GETARAN OTAK  8 -12  HZ
KONDISI ALAM  ALFA
PADA ORANG DEWASA, DAN ANAK-ANAK USIA 7-14 TAHUN,  KEADAAN RELAXED ALERNESS, KONDISI JIWANYA LEBIH TENANG, SABAR, DITEMUKAN PADA ORANG YANG SERING KONSENTRASI/TAFAKUR/MERENUNG/MENCARI JATI DIRI,  IA MULAI MEMASUKI ALAM INNER COCMOS (DUNIA DALAM DIRI), TIDAK LAGI TERLALU BERGANTUNG KEPADA KESADARAN INDRAWINYA, MESKIPUN INDRAWINYA MASIH TETAP AKTIF.

IA MULAI MENGAKTIFKAN RASIONALITAS SECARA LEBIH HOLISTIK DAN KONDISI SEPERTI INI DISEBUT KESADARAN RASIONALITAS  ATAU KEASADARAN ILMIAH, IA BISA MENG-EKSPLOERASI ALAM SEMESTA DALAM DIRINYA LEBIH INTENSIF. 

KONDISI SEPERTI INI SERING DITEMUKAN PADA PARA ILMUAN, SENIMAN, ORANG BERMEDITASI, AHLI DZIKIR DAN SHOLAT KLHUSUK,  ORANG SEDANG BERPROSES MENUJU TIDUR,
FREQUENSI GETARAN OTAK   3,5 - 7 HZ
KONDISI ALAM  THETA
KONDISI TIDUR DISERTAI MIMPI, DITEMUKAN  JUGA PADA ANAK-ANAK USIA 3-6 TAHUN, IMFORMASI SECARA BERKALA DIKIRIM DARI SUATU AREA KE AREA LAIN,  DARI HYPOKANPUS KETEMPAT LAIN YANG LEBIH PERMANEN DI CORTEX.
ANTARA ALAM AFA MENUJU  WILAYAH TETA BERADA DIWILAYAH SANGAT RAWAN, KARENA BERADA DI ANTARA SADAR DAN TIDAK SADAR,  KONDISI KEASADARANNYA MULAI HILANG SAMPAI TERTIDUR. 
DALAM KONDISI SEPERTI ORANG BISA DIPENGARUHI OLEH HIPNOTISME ATAU KERASUKAN MAKHLUK GHAIB.  ALAM BAWAH SADARNYA BERPERAN LEBIH DOMINAN DARI KONDISI SADAR,  PROSES TERAPHY TENAGA DALAM ATAU HYPNOTERPHY KONDISI SEPERTI INI SANGAT IDEAL UNTUK PERCEPATAN PENYELESAIAN PENYAKIT SESEORANG.
TERNYATA KONDISI PERALIHAN ANTARA ALAM ALFA KE TETA ADALAH KONDISI IDEAL UNTUK BERDZIKIR ATAU SHOLAT  KHUSUK. KARENA PADA KONDISI INI SESEORANG MULAI TERLEPAS DARI KETERKUNGKUNGAN PANCA INDRA, DAN MEMASUKI WILAYAH KESADARAN UNIVERSAL. 
PADA KONDISI SEPERTI INI SESEORANG MEMASUKI GETARAN  FREKUENSI ISI INFORMASI KUALITAS  JIWA (CONTENT) MENGHASILKAN SINYAL-SINYAL INFORMASI YANG MAMPU DIKIRIMKAN KESEGALA DIMENSI ALAM,    JIKA IA MAMPU MEMPERTAHANKAN  KEDUA KESADARANNYA  ATAU DISEBUT JUGA TIDUR YANG TERJAGA
KONDISI RELAKSASI YANG DALAM DIBARENGI BER-DZIKIR KEPADA ALLAH, MAKA IA TELAH MEMASUKI JARINGAN UNIVERSAL YAITU SEBUAH SYSTEM INFORMASI CANGGIH BEBAS HAMBATAN BAIK HAMBATAN DIMENSI WAKTU, RUANG, JARAK DAN ENERGI, MAKA FREKUENSI GETARAN JIWANYA AKAN SANGAT LELUASA TUNE IN (NGE-MATCH) DENGAN ALAM SEMESTA DI BERBAGAI DIMENSI.
FREQUENSI GETARAN OTAK  0,5 -  3,5 HZ
KONDISI ALAM  DELTA
KONDISI TIDUR NYENYAK TANPA MIMPI, PINGSAN ATAU KOMA, MATI SURI, KONDISI OTAK TIDAK MELAKUKAN APA-APA, PROSES KESARANAN INDRAWI SESEORANG LENYAP SAMA SEKALI, DIRI-NYA SEPENUHNYA DIKENDALIKAN OLEH ALAM BAWAH SADAR, FREQUENSI GETARAN OTAK SEPERTI INI SERING DITEMUKAN JUGA PADA OTAK BAYI.
  
                 CATATAN : -     ”CLOCK  (FREQUENSI  PEMBAWA)”  ADALAH SUATU  KONDISI FREQUENSI GRLOMBANG OTAK YANG  MAMPU SELARAS DENGAN GELOMBANG FREKUENSI DAN SYSTEM INFORMASI ALAM SEMESTA,  SEHINGGA AKAN MENGHANTARKAN  SESEORANG UNTUK MAMPU BERKOMUNIKASI DENGAN  ALAM SEMESTA DAN  ALLAH.

  -   ”CONTENT (FREQUENSI ISI INFORMASI)”  ADALAH SUATU KEADAAN DIMANA KUALITAS FREQUENSI GETARAN JIWA SESEORANG MAMPU SELARAS DENGAN SYSTEM IMFORMASI ALAM SEMESTA,  SEHINGGA AKAN MEMPERMUDAH IA MENANGKAP SINYA-SINYAL ALAM SEMESTA YANG AKAN MENGHANTARKAN  SESEORANG MAMPU DENGAN MUDAH BERKOMINKASI DENGAN  ALAM SEMESTA DAN  ALLAH.  

 -    KEDUA  KONDISI  INI  AKAN  MENGHANTAR SESORANG MEMASUKI ALAM ”INNER COSMOS” YANG MEMILIKI JIWA YANG LEMBUT, KONTEMPELATIF DAN TRANSENDEN, DENGAN FREQUENSI AURA YANG MENINGGI MENGARAH KE UNGU MALAH PUTIH CEMERLANG.

Kesuksesan anda untuk melakukan perubahan dalam hidup anda sangat tergantung kepada kualitas frekuensi gelombang otak anda.  Semakin pandai anda memasuki frequensi gelombang otak  “Alam Alfa”,  maka semakin mudah pula  anda menjalani kehidupan ini.  Kemudian, meraih kemudahan-kemudahan  dalam urusan bisnis dan karier, pergaulan,  percepatan proses belajar, penyembuhan penyakit fisik maupun psikhologis, hubungan baik dengan sesama manusia, termasuk mengamalkan ibadah agama untuk meraih ketenangan.  Coba kita renungkan firman Allah dalam QS.  Ar-Ra’d ayat 28 :

“....(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.  Ingatlah,  hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram”.

Kita barangkali sering  mendengar keluhan dari teman-teman kita, kerabat,  bahkan mungkin diri kita sendiri, betapa ingin kita menjadi orang yang betul-betul beriman serta merasa dekat dengan  Allah,  sehingga hati kita menjadi tentram, nyaman, tenang, santai,  lega, relaks dan bahagia.  Saking kepinginnya, sehingga kita berusaha keras dan tak segan-segan menghabiskan waktu dan tenaga dengan berbagai cara termasuk upaya memasuki arena spiritual seperti bertasawuf, bermeditasi, belajar  olah bathin (belajar berbagai jenis tenaga dalam), bertafakur, berdzikir, ikut majlis taklim dan lain sebagainya,  dengan tujuan untuk meraih hidup yang  sukses, aman, tentram, nyaman, tenang, santai,  lega, relaks dan bahagia dan merasa kita telah mendekatkan  diri kepada  Allah.  Namun apa yang terjadi  ?  

Tidak sedikit diantaranya  kita yang mengalami kegagalan,  bukan ketenangan yang kita raih malah stres dan  hidup semakin tak bermakna penuh dengan pertentangan demi pertentangan yang membuat kita semakin kacau, gelisah, resah, kecewa,  tertekan, ketakutan, was-was, emosional, phobia, dan lain sebagainya.  Kenapa demikian ?  Karena kita tidak memiliki ilmunya, metodologinya, teknologinya, wassilahnya, sehingga semakin kita berusaha untuk tenang, pasrah, konsentrasi, khusyu’, maka gelombang otak kita semakin terjebak masuk kedalam gelombang otak “Frekuensi Alam Beta”, sehingga membuat kita semakin tegang dan kaku.  Seharusnya kita berusaha dengan di sengaja merekondisikan atau merekonstruksi otak kita  agar mempermudah kita masuk ke dalam frekuensi otak  “Alam Alfa” yaitu sebuah suasana rileksasi, ketenangan, khusyu’ dengan menghidupkan tombol ikhlas hanya untuk Allah  dalam “alam quantum sel-sel otak” kita, sehingga kegiatan sholat, puasa, haji, shadaqah jariah, dzikir, tafakur,  berdo’a, berikhtiar, berintraksi sesama manusia, meditasi, berlatih tenaga dalam,   menjadi jauh lebih mudah dan efektif hasilnya.

“Untuk berubah diperlukan  pergeseran gelombang otak dari perjuangan pikiran sadar menjadi tuntunanalam  bawah sadar.  Pikiran anda terlalu keraslah membuat anda
                      terus terjebak dalam masalah  yang
ingin anda selesaikan”

Paul T.  Scheele, M.A., Founder, Learning Strategies Inc.

“Pikiran Alam Sadar” diasosiasikan dengan “Gelombang Beta”.  “Pikiran Alam Bawah Sadar” ada di  “Frekuensi Alfa”.  Oleh karena itu, ketrampilan berikutnya yang perlu dikuasai adalah ketrampilan  memasuki alam bawah sadar  untuk membuang program pikiran atau kebiasaan negatif dan memberdayakan kekuatannya dengan  memperbaiki (install) ulang berbagai program pikiran baru yang lebih pas dan  sesuai  (compatible)  dengan kebutuhan yang ingin dicapai.  Sebab, “Pikiran Bawah Sadar” yang memiliki kemampuan sebesar 88 % dari seluruh kemampuan pikiran kita, hanya bisa kita akses melalui tombol “Gelombang Alfa (Gelombang Otak Rileksasi)”.  Sayangnya kebanyakan kita “tidak trampil  dan tidak terlatih” untuk masuk  kedalam alam tersebut,  karena memang kita tidak terbiasa dan tidak terlatih untuk memasuki alam tersebut atau memang kita belum mengenal atau mengetahuinya.  Betapa tidak, setiap hari kita hanya bergerak di dalam “Gelombang Beta” (bangun tidur langsung berfikir tentang  agenda kerja hari ini, kemudian bekerja dan menjalankan aktivitas keseharian secara terus menerus) dan kemudian masuk ke “Alam Delta” (pulang kerja merasa lelah, mengantuk, dan akhirnya tertidur) tanpa melalui  “Alam Alfa dan Theta”, demikianlah terus menerus kejadiannya setiap hari. 

Oleh karena itu, kita harus berusaha berlatih untuk mengenali dan merasakan ke empat gelombang tersebut  dengan sengaja, sehingga kita bisa mengakses kekuatan bawah sadar kita,  yakni kekuatan hati kita.  Sebab, gelombang Alfa inilah  yang akan membuka pintu masuk kita  menuju ke “Alam Pikiran Bawah Sadar  (hati)”  kita.  Pada saat terbuka pintu “Alam Bawah Sadar” kita, maka pada saat inilah kita bisa memasukkan program-program kita antara lain niat dan do’a-doa kita kepada  Allah Sang Pencipta.  Dan kondisi seperti inilah yang kita sebut dengan “Khusuk”,  yang akan mengantarkan segala niat, do’a, amalan dan perbuatan kita langsung di  hisab oleh Allah SWT.  Dan beginilah mekanisme keikhlasan itu terjadi.

“Tingkat optimum untuk otak berfikir adalah 10 Hz (Alfa).  Yang merupakan frekuensi optimum untuk melatih kecerdasan semua indra manusia
 dan pintu masuk ke (hati) Alam Bawah Sadar.  Hanya 10 %
yang sanggup berfikir di frekuensi ini secara alami,
 selebihnya perlu dilatih untuk itu.

Jose Silva, Founder Silva Mind Method


4 komentar: